METABOLISME
Pengertian Metabolisme
Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang
terjadi dala akhluk hidup, milaidari makhluk bersel satu yang sangat sederhana
seperti bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan, hewan, sampai ada manusia yang
susunan tubuhnya sangat kompleks. Di dalam proses ini makhluk hidup mendapat,
mengubah, dan memakai senuawa kimia dari sekitarnya untuk mempertahankan
kelangsungan hidupnya. (Muhamad Wirahadikusumah, 1985)
A. Alur Metabolisme
Metabolisme meliputi proses sintesis dan proses
penguraian senyawa atau komponen dalam sel hidup. Proses sintesis itu disebut
proses anabolisme dan proses penguraian atau katabolisme. Anabolisme merupakan
pross sintesis molekul kimia kecil menjadi molekul yang lebih besar, sedangkan
katabolisme sebaliknya yaitu proses penguraian molekul besar menjadi molekul
kecil: anabolisme adalah proses yang membutuhkan energi sedangkan katabolisme
melepaskan energi. Anabolisme merupakan reaksi reduksi sedangkan katabolisme
merupakan reaksi oksidasi. Metabolisme dibagi enjadi tiga bagian yaitu:
- Metabolisme Karbohidrat
- Sumber energi
Karbohidrat tersusun atas penyusun utama glukosa dan
adalah sumber energi utama bagi tubuh khususnya bagi otak dan mata. Pada 1 gram
glukosa akan mendapat kalori dengan jumlah 4,1 sehingga pengaruhnya terhadap
kekuatan tubuh sangat besar. Maka dari itu, tak heran bila banyak dikatakan
seseorang yang kekurangan karbohidrat akan kurang tenaga.
- Pembentuk senyawa yang lain
- Penyusun gen
Tak banyak diketahui bahwa karbohidrat adalah salah
satu penyusun gen yang berada di dalam inti sel. Gen adalah suatu sel yang
berfungsi sebagai pewaris sifat dari induk kepada anak mereka sehingga perannya
sangat penting. Gen adalah suatu sel yang tersusun atas dua karbohidrat dengan
jumlah C sebanyak 5 yaitu RNA dan DNA.
Proses metabolisme karbohidrat yaitu suatu proses
kimiawi yang terjadi di dalam tubuh dengan maksud untuk mengolah karbohidrat
yang telah masuk. Pada karbohidrat, bentuk yang paling penting atau paling
utama yaitu glukosa, gula sederhana atau disebut monosakarida. Lalu untuk
susunan gula yang tidak sederhana atau disebut lebih kompleks disebut dengan
polisakarida.
Zat ini lalu akan mengalami suatu proses hidrolisis
saat terjadi proses mencerna atau proses pencernaan makanan di dalam tubuh
makhluk hidup. Hidrolisis yaitu suatu proses penguraian polisakarida menjadi
monosakarida dengan bantuan atau menggunakan molekul air atau H2O. Penguraian
karbohidrat di mulut akan dibantu juga oleh enzim ptialin yang menghidrolisis
pati.
2. Metabolisme Protein
Protein adalah protos yang berasal dari bahasa Yunani
yang bila diartikan yaitu polimer atau senyawa kompleks dari monomer asam
amino. Metabolisme protein ialah suatu proses deskripsi dan fisik serta proses
kimia yang menyebabkan pembuatan sebuah sintesis pembentukan asam amino menjadi
protein. Asam amino yang menyusun protein mengandung unsur Nitrogen atau N.
Sintesis asam amino sangat diperlukan tubuh karena
senyawa ini berperan sebagai pembentuk senyawa penting yang lain seperti
histamin. Tak hanya itu saja, senyawa penting lain yang dibentuk ialah
neurotranmitter dan nukleotida serta asam amino dapat berkonversi menjadi
lemak. Lemak ini kemudian akan dikonversi menjadi sumber energi yang diperlukan
oleh tubuh.
Organ hati adalah pusat yang berguna untuk memecah
protein dan mendistribusikan asam amino ke seluruh tubuh saat metabolisme
protein berlangsung. Tak hanya itu saja, organ hati juga bertugas sebagai
pembuang kotoran atau limbah dari sisa metabolisme yang terjadi. Perlu
diketahui bahwa protein adalah pembentuk struktur sel dan pengendali reaksi
biokimia.
3. Metabolisme Lemak
Lemak adalah suatu nutrien yang diperlukan tubuh dalam
jumlah yang banyak, dengan kata lain disebut dengan makronutrien. Lemak
tersusun atas gliserol dan asam lemak, gliserol termasuk ke dalam jenis
hidroksil dengan molekul organik di dalamnya. Sedangkan asam lemak juga
termasuk jenis hidroksil dan ia memiliki rantai karbon yang menempel cukup
panjang.
Lemak memiliki ciri yaitu tidak dapat larut dalam air,
namun ia dapat larut jika pelarutnya ialah pelarut organik seperti benzena.
Lemak biasanya dipakai atau dimanfaatkan keberadaannya oleh organisme seluler
dan memiliki hubungan dengan asam lemak yang lain. Lemak merupakan salah satu
sumber energi yang lain selain karbohidrat dan sering disebut trigiserida.
Metabolisme lemak adalah suatu proses kimiawi yang di dalamnya
terdapat proses katabolik dan proses anabolik dengan hasil energi. Pada proses
anabolik akan menghasilkan zat yaitu trigliserida, badan keton dan hormon serta
second messenger. Metabolisme lemak juga disebut dengan suatu proses yang
kompleks dan terjadi dengan berbagai reaksi serta jalur tersendiri.
B. Produk Metabolisme
Asam laktat merupakan produk respirasi anaerobik sel normal dari proses
metabolisme.
glukosa
→ asam laktat (+ sedikit energi)
Fermentasi asam laktat yaitu respirasi anaerob yang
menghasilkan asam laktat sebagai produk akhir. fermentasi ini terjadi pada
kelompok bakteri pemecah gula susu (laktosa). sehinga kelompok bakteri ini
digunakan untuk pengolahan susu untuk menghasilkan produk susu fermentasi pada
penerapan bioteknologi konvensional. meski demikian, pada tubuh hewan dan
manusia dapat memilih jalur ini ketika kondisi tertentu yang tidak memungkinkan
untuk respirasi aerob.
1. Glikolisis
Adalah reaksi perombakan glukosa yang terjadi di
sitoplasma. Reaksi glikolisis terdiri atas sepuluh tahapan yang melibatkan
enzim – enzim respirasi di dalam sitoplasma. Pada tahapan awal merupakan
tahapan yang memakai energi, sementara pada tahapan akhir adalah reaksi
pembentukan energi. Total energi yang dihasilkan dari reaksi ini ialah sebesar
2 ATP. Selain itu, produk dari perombakan glukosa adalah 2 asam piruvat dan
produk samping berupa 2 NADH. Seperti pada jalur respirasi anaerob, fermentasi
asam laktat hanya berlangsung di dalam sitoplasma. Senyawa yang terbentuk dari
glikolisis (asam piruvat) akan direduksi menjadi senyawa lain yang tetap
berlangsung di dalam sitoplasma.
2. Reduksi Asam Piruvat
Tahapan selanjutnya ialah terjadinya reduksi asam
piruvat hasil perombakan glukosa di dalam sitoplasma (glikolisis). Fermentasi
asam laktat merupakan jalur fermentasi yang menghasilkan asam laktat sebagai
produk akhir. Dua molekul asam piruvat hasil dari prombakan satu molekul
glukosa akan direduksi menjadi dua molekul asam laktat yang merupakan senyawa
berkarbon tiga. Dalam reaksi reduksi ini akan memerlukan ion hidrogen yang akan
diambil dari dua senyawa NADH produk samping glikolisis. Dengan demikian, hasil
akhir dari tahapan fermentasi asam laktat ialah dua molekul asam laktat dan dua
molekul NAD.
3. Respirasi Aerob
Respirasi aerob adalah sebuah reaksi katabolisme yang
memerlukan suasana aerobic dengan proses keberadaan oksigen sangat dibutuhkan
yang menghasilkan energi dengan jumlah yang besar. Energi yang disimpan dalam
bentuk kimiawi yang dikenal dengan kode ATP. Energi ATP digunakan oleh sel
dalam tubuh makhluk hidup untuk menunjang pertumbuhan, gerak, transportasi,
reproduksi dan kegiatan yang lainnya. Untuk lebih sederhananya, rumus aerob
digambarkan secara sederhana yaitu C6H12+6O2=6HCO2+6H2O.
Respirasi anaerob merupakan respirasi yang tidak
memerlukan oksigen atau O2. Respirasi
anaerob terjadi di bagian sitoplasma yang bertujuan mengurangi senyawa organik.
Respirasi anaerob menghasilkan sejumlah energi yang lebih kecil yaitu 2 ATP.
Proses respirasi anaerob didapati pada reaksi fermentasi dan pernapasan intra
molekul. Respirasi anerob, glukosa dipecah secara tidak sempurna menjadi
komponen H2O dan CO2. Di respirasi anaerob, hidrogen bergabung bersama sejumlah
komponen yaitu Asam Piruvat, Asetaldehida yang selanjutnya membentuk asam
laktat.
C. Mekanisme Pencegahan Produksi
Metabolisme Primer
Metabolisme Primer yaitu Senyawa yang diproduksi
tanaman, bermanfaat atau dibutuhkan dalam perkembangbiakan dan penurunan sifat
keturunan. Metabolit merupakan molekul (intermediet) yang tidak stabil dengan
jangka waktu pendek dalam reaksi kimiawi. Produk hasil metabolit dibedakan menjadi 2
yaitu, metabolit primer dan metabolit sekunder. Metabolit primer adalah senyawa oerganik yang
berasal dari tanaman dan secara umum memiliki kemampuan bioaktif, baik untuk
kelangsungan hidup maupun pertahanan tanaman tersebut.
Metabolit primer tanaman merupakan senyawa metabolit
primer merupakan senyawa essensial yang berperan penting dalam proses kehidupan
organisme dan merupakan kebutuhan dasar untuk keberlanjutan hidup tanaman.
Senyawa metabolit primer dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu, lipit, asam
nukleat, protein, dan karbohidrat.
Untuk mencegah adanya produksi metabolisme primer
dengan cara
D. Regulasi Overproduksi
Regulasi
Over Produksi adalah Seluruh
kegiatan metabolisme berlangsung sangat cepat dan harus bekerja di dalam sel.
Mikroorganisme memiliki potensi genetik untuk memproduksi lebih dari 1000
enzim. Enzim ini harus dibentuk dalam jumlah yang tepat dan dalam sistem yang
terkoordinasi dengan baik agar sel bekerja secara efisien. Mikroorganisme dapat
dengan cepat mengantisipasi perubahan lingkungan sehingga dapat dengan segera
memperbaiki sistem metabolismenya. Regulasi untuk sistem yang demikian terjadi
pada level sintesis enzim atau pada level kerja enzim.
Regulasi metabolik
dapat terjadi pada 3 tingkat yaitu tingkat molekul, tingkat efektor dan
tingkat protein. Tingkat molekul misalnya regulasi terhadap ATP, NADPH. Tingkat
efektor misalnya cAMP, Guanosin Trifosfat. Tingkat protein ekspresi oleh gen
tertentu, induksi enzim. Faktor yang mempengaruhi regulasi metabolisme
antara lain :
1. Jenis dan jumlah enzim
Pada umumnya, suatu enzim hanya mengatalisis satu
jenis reaksi dan bekerja pada suatu substrat tertentu. Kemudian, enzim dapat
meningkatkan laju reaksi yang luar biasa tanpa pembentukan produk samping dan
molekul berfungsi dalam larutan encer pada keadaan biasa (fisiologis) tekanan,
suhu, dan pH normal. Hanya sedikit katalisator nonbiologi yang dilengkapi sifat-sifat
demikian (Sirajuddin, 2012). Jumlah enzim yang relatif sedikit di dalam sel
mempersulit penentuan keberadaan dan konsentrasi enzim tersebut. Namun,
kemampuan untuk secara cepat mengubah ribuan molekul suatu substrat tertentu
menjadi produk memudahkan masing-masing enzim untuk mengungkapkan
keberadaannya. Pengukuran aktivitas katalitik enzim sering digunakan dalam
laboratorium klinis dan riset. Pada kondisi yang sesuai, laju reaksi katalitik
yang dipantau setara dengan jumlah enzim yang ada, yang memungkinkan kita
mengukur konsentrasi enzim (Murray, 2009)
2. Jenis dan jumlah substrat
Suatu enzim bekerja secara khas terhadap suatu
substrat tertentu. Kekhasan inilah ciri suatu enzim. Ini sangat berbeda dengan
katalis lain (bukan enzim) yang dapat bekerja pada berbagai macam reaksi. Enzim
urease hanya bekerja terhadap urea sebagai substratnya. Ada juga enzim yang
bekerja terhadap lebih dari satu substrat namun enzim tersebut tetap mempunyai
kekhasan tertentu. Misalnya enzim esterase dapat menghidrolisir beberapa ester
asam lemak, tetapi tidak dapat menghidrolisis substrat lain yang bukan ester.
Suatu enzim dikatakan mempunyai khas nisbi apabila ia dapat bekerja terhadap
beberapa substrat, misalnya esterase dan D-asam amino dan L-asam amino tetapi
berbeda kecepatannya. Karena adanya kekhasan ini maka suatu enzim dapat
digunakan untuk memisahkan komponen D dari L pada suatu campuran rasemik
(Poedjiadi, 2009).
Adanya induktor, aktivator,
represor dan inhibitor
Induktor merupakan molekul atau senyawa yang dapat menyebabkan
terjadinya peningkatan efek enzim yang
lebih baik. Aktivator merupakan molekul atau senyawa yang dapat mengaktifkan
kerja suatu enzim. Resepsor merupakan molekul atau senyawa yang menyebabkan
berkurangnya kecepatan reaksi enzim. Sementara inhibitor merupakan molekul atau
senyawa yang dapat menginhibisi atau menghambat terjadinya suatu reaksi.
Faktor lingkungan
Faktor lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya
regulasi metabolisme. Contoh dari faktor lingkungan adalah suhu dan pH. Suhu
merupakan salah satu faktor lingkungan
penting dalam aktivitas suatu enzim. Sampai pada suatu titik, kecepatan suatu reaksi enzimatik
meningkat sejalan dengan meningkatnya suhu, sebagian disebabkan karena substrat
akan bertubrukan dengan tempat aktif lebih sering ketika molekul itu bergerak
lebih cepat. Selain setiap enzim memiliki suhu optimal, enzim juga memiliki
nilai pH optimal untuk bekerja paling aktif. Nilai pH optimal untuk sebagian
besar enzim adalah sekitas 6 sampai 8, akan tetapi terdapat beberapa perkecualian.
Kontrol dan Regulasi Metabolisme Sel makhluk hidup
mengatur jalan metabolismenya sedemikian efisien sehingga tidak ada zat antara
atau sub‐satuan yang dibuat berlebihan. Tiap reaksi metabolisme telah diatur
dengan memperhatikan reaksi‐reaksi lain dalam sel serta memperhatikan
konsentrasi zat makanan di lingkungannya.
Daftar Pustaka
Yatim Preneur.2019. Metabolisme. https://thegorbalsla.com/metabolisme/. Dikutip pada 6 april 2019 jam 13:14 WIB
Wirahadikusumah, Muhamad. 1985. Biokimia: Metabolisme energi,
Karbohidrat dan Lipid. Bandung:ITB
Poedjiadi, Anna dan F. M. Titin Supriyanti. 2009. Dasar-Dasar Biokimia.
Universitas Indonesia. Jakarta.
Murray, Robert, dkk.. 2009. Biokimia Harper. Buku Kedokteran EGC. Jakarta
Chichi.2014. Asam Laktat dan Respirasi Aerob. https://kliksma.com/2014/11/asam-laktat-dan-respirasi-sel-anaerobik.html. Dikutip pada 7 april 2019 jam 16:02 WIB
Tsumaruto,Aprizal.2015. Fistan materi 1 metabolit primer dan sekunder. https://www.slideshare.net/AprizalTsumaruto/fistan-materi-1-metabolit-primer-dan-sekunder. Dikutip pada 8 april 2019 jam 11:09 WIB
Komentar
Posting Komentar